22 1 / 2012

Ditolak maupun menolak menghasilkan rasa yang pedih, tapi tak ada jalan lain selain menolaknya agar rasa ego tidak keluar.

22 1 / 2012

Didalam banyak menyimpan rasa kesepian. Ketika sesuatu membuatnya marah, kesepian itu menutup sedikit, meskipun akhirnya tetap menganga.

22 1 / 2012

"Senyum menyayat hati. Menangis hanya akan menggantikan perih-perih yang ada di dalam hati."

22 1 / 2012

Permalink 41,282 notes

15 1 / 2012

"Cerita itu akhirnya usai. Rahasia itu akhirnya terurai. Benteng pertahanan itu akhirnya runtuh."

Esti Kinasih, Jingga dalam Elegi (halaman 301)

(Source: binorstwy)

Permalink 4 notes

15 1 / 2012

"Tidak ada yang bisa dilakukannya dengan hatinya yang tengah berjalan ke kematian. Hanya yang tengah berjalan ke kehidupan, akan dia perjuangkan dengan segala cara. Jikalau pada akhirnya nanti bagian hatinya ini juga akan berjalan ke arah kematian, dia sudah tidak bisa apa-apa lagi."

Esti Kinasih (Jingga dalam Elegi)

(Source: thebutterflyrose)

Permalink 12 notes

15 1 / 2012

"Emang. Masih. Tapi walaupun keluarga kandung, Tar, kalo udah pisah rumah, rasanya kayak udah nggak sepenuhnya keluarga kandung lagi. Waktu masih satu rumah kita kan selalu tau orangtua kita atau adik-kakak kita ngerjain apa aja, sehat atau nggak. Kalo udah pisah, apalagi lumayan jauh, yang kita tau tinggal garis-garis besarnya aja. Padahal yang bikin keluarga jadi deket itu kan justru hal-hal yang kecil, yang sepele, yang nggak penting banget, yang nggak keliatan dari luar. Yang hanya jadi milik orang-orang di dalam keluarga itu sendiri."

Ari - Jingga dalam Elegi (via thebutterflyrose)

Permalink 6 notes

15 1 / 2012

"Tuhan menegur umat-Nya dengan banyak cara. Dengan banyak cara juga Dia mengetuk kekerasan hati mereka dan meminta untuk memaafkan satu sama lain."

Esti Kinasih (Jingga dalam Elegi)

(Source: thebutterflyrose)

Permalink 9 notes

14 1 / 2012

"Elegi"

HIDUP itu… cuma bisa nyanyi satu macem lagu aja. Elegi.

Tau elegi itu apa?

Lagu sedih. Hidup cuma bisa nyanyi lagu itu aja. Dia nggak bisa nyanyi yang lain untuk kami, Tar. Kadang kami punya cukup kekuatan untuk ndengerin. Kadang nggak. Masalah muncul kalo kami lagi nggak kuat. Nggak ada cara lain kecuali lari. Gue lari sendirian. Ari lari sendirian. Seneng juga sebenernya kalo bisa lari sama-sama. Paling nggak ada tangan yang bisa dipegang. Nggak terasa sendirian. Sayangnya nggak bisa begitu.

.: Ata - Jingga dalam Elegi :.

(via cimulyaya)

Permalink 8 notes

15 12 / 2011

Permalink 19 notes